Razia Atau “Razia”

Merazia razia, menilik apasaja yang ada didalam pikiranku.


Di muka ada Polantas
wajahnya begitu buas
tangkap aku
tawar menawar harga pas
tancap gas
(Iwan Fals - Kereta Tiba Pukul Berapa)
***

Sepotong lirik dari lagunya Iwan Fals, mungkin sangat cukup menggambarkan wajah Kepolisian kita. Betapa tidak, sudah sangat menjadi rahasia bahwa ada beberapa pelanggaran yang bisa ditawar sesuai kesepakatan. Rahasia ya tetap saja menjadi rahasia, walau sudah semua orang mengetahui hal itu.

***

Pernahkah kamu tertangkap razia jalan raya? saya rasa semua sudah mengalami hal ini, buat saya yang berdomisili di Bandung untuk saat ini razia polisi sudah menjadi makan sehari-hari. Razia Polisi bertujuan untuk menertibkan seluruh pengguna fasilitas jalan supaya lebih tertib dan teratur. Sebuah niat yang sangat mulia, sungguh kagum saya dengan niat seperti itu. Namun, ada beberapa oknum yang merusak niat yang tertulis itu. Kembali lagi ke pertanyaan saya tadi, saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman menarik saat terkena razia polisi di salah satu jalan di pinggiran kota Bandung, tempat itu sudah menjadi langganan mangkalnya polisi-polisi yang akan merazia pengguna jalan khususnya pemakai kendaraan bermotor. Entah lagi sial ato gak saya ketangkap dan lebih sialnya lagi saya gak punya SIM. Tanpa ada perlawanan motor disuruh tinggalin dan STNK ditahan, lalu saya dengan muka sedih mencoba minta keringanan supaya bisa dibebaskan, tapi polisi itu berkata "Maaf mas, motor terpaksa saya tilang, silakan ambil setelah ke pengadilan dulu" tapi saya tidak putus asa, saya mencoba mencari celah supaya tidak dibawa ke pengadilan, dengan mengatakan "Apa tidak ada cara lain selain ke pengadilan Pak?" sedikit pelan polisi berkata "kecuali kalau kamu mau menyelesaikan uang tilang disini saja" dalam hati saya tersenyum kecil inilah satu-satunya cara biar lepas dari kesialan hari ini, langsung saja saya bilang "Pak, maaf tapi saya tidak bawa duit banyak, emang biaya tilang berapaan Pak?" dengan setengah tegas polisi bersuara "bayar saja lima puluh ribu, karena kamu tidak bawa SIM…" sedikit memelas "Tapi, saya cuma bawa dua puluh ribu Pak" Dengan kesal polisi itu mengelurkan lagi surat tilang berkali-kali mungkin supaya saya menaikkan tawaran saya, aneh memang.

Sepertinya pak polisi sudah tidak tahan berlama-lama melakukan tawar-menawar dengan saya, akhirnya "Ya sudah, mana uangnya, lain kali hati-hati kalau jalan…" dalam hati saya "Sial, duit gw raib lagi…"

***

Sebenernya yang ingin saya sampaikan disini bukanlah soal jumlah uang yang saya "sumbang" ke polisi itu, tapi lebih dari itu. Saya ingin mencoba mengerti mengapa itu bisa terjadi. Setahu saya, begitu saya mempunyai SIM untuk beberapa bulan kedepan saya jadi mengerti kalau ternyata jika dalam razia kedapatan seorang pegendara motor tidak bisa memperlihatkan SIM maka hukumannya bisa dipenjara atau bayar duit dengan jumlah yang tidak kecil.

Apakah ini memang sudah menjadi tradisi dari negara Indonesia yang kita cintai, tanah air, ibu pertiwi ini? saya jadi berfikir lagi dan menyadari bahwa bangsa ini sudah mulai kehilangan semua unsur baik, bayangkan semua bagian dalam kehidupan di negeri ini sudah bobrok. Mungkin korupsilah penyakit mendasar dan sudah sangat akut di tubuh negeri ini.

Betapa memprihatinkan, misalkan saya seorang pencuri motor dan terkena razia yang kedapatan saya tidak membawa STNK, boro-boro BPKB, STNK saja tidak ada namanya juga motor curian. Dengan mudahnya kalalu ada razia hanya membayar paling mahal 50.00 rupiah motor sudah bisa lewat dengan aman.

***

Mulai sekarang saya sudah tidak pernah takut lagi kalau ada razia, tinggal siapain saja duit 20.000 rupiah semua bisa aman, itu juga kalau lagi sial. Segampang itukah melawan dari hukum razia? Entahlah, jujur saja saya pernah menanyakan hal ini kepada seorang polisi namaun jawaban yang saya dapat itu adalah "itu hanya sebagian kecil dari polisi yang tidak bertanggung jawab, kalau ada laporkan saja!" jawabnya dengan tegas. Saya hanya mungkin bisa mencibir tentang pernyataan itu.

Mungkinkah ini bisa dihilangkan dari bumi Indonesia, bayangkan dari penengak hukumnya saja sudah mulai melanggar hukum dengan tidak mentaati peraturan yang sudah mereka buat sendiri, bagaiman rakyat mau menjalankan pertauran, kalau yang membuat peraturan saja tidak patuh. Walau saya sangat yakin bahwa tidak semua polisi berprilaku sama dengan yang saya paparkan diatas. Tapi yang saya harapkan adalah terjadi sebuah pencerahan dimana penegak benar-benar menjadi contoh bagi masyarakat untuk tidak mengajari masyrakat untuk korupsi yang sedang giat dihilangkan dari Indonesia ini.

Semoga saja, semua yang tertulis di aturan yang sudah ada benar-benar dijalankan dengan baik, begitu pula dengan masyarakat sehingga kita semua berusaha mencegah terjadinya lubang korupsi dari sisi manapun. Sehingga bayar uang razia diluar peraturan yang ada adalah sebuah kesalahan yang tidak perlu dilakukan.

Baik kepada polisi atau penegak hukum semuanya dan masyarakat tentunya agar tetap berusaha menjalankan semua peraturan yang sudah ditetapkan, tidak perlu melanggar. Melanggar itu sama saja dengan merusak dan mengganggu jalannya negara ini untuk menuju lebih baik.

Dan akhirnya, Semoga saja lirik lagunya Bang Iwan itu tidak berlaku lagi untuk kedepannya, amin…

Bandung, desember 2006
[Isack]

3 Responses to “Razia Atau “Razia””

  1. nana Says:

    tadinya gue tertarik buat baca isinya coz judulnya MENANTANG but isinya buanyaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkk kaliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
    n sebelom selesai gue ketiduran he…he…he…punten atuh

  2. Isack Fals Says:

    Sial….lan Lo!

  3. JQ Says:

    Lha, jangan cuma nyalahin polisinya. Pelanggar juga harus tau diri untuk gk nyogok polisi. kalau merasa salah, ya disidang saja, sesuai prosedur.
    Kalo Masyarakatnya masih ngasih uang damai, ya polisinya juga masih mau terima duit.. siapa yg gk mau…
    sudah seharusnya memang, saudara petong membuat SIM dan membawa STNK. Jangan lupa pakai plat nomor asli SAMSAT, pake spion kiri,kanan, knalpot standar pabrik dan semua lampu2 menyala. safety riding, bro… (^^,)

Leave a Reply