« August 2006 | Main | October 2006 »

September 28, 2006

"Kuluk-kuluk..."

    Kalo lo pernah nonton film Mengejar Matahari, lo kan pada ngerti kalo mereka (lupa gw nama 4 pemeran utamanya hehehe...) yang jelas mereka punya ritual tersendiri untuk mengakrabkan diri mereka.Nah, kalo gw lain lagi, ada nih sebuah ritual yang yang sering gw ama temen-temen lakuin kalo gw sedang ngumpul ato nongkrong-nongkrong di sekre*, jauh dari kebiasaan orang-orang (umumnya) di kampus gw.  "Kuluk-kuluk" itu istilah yang sering kita sebut, jadi kalo lo  berkunjung ke tempat gw yang sekarang ini  lo bakal ketemu  ritual yang kaya gitu deh. Kalo lo denger ada oknum yang jerit-jerit "kuluk-kuluk" maka bersiaplah, lo bakal kita jamu dengan menu makanan yang dimakan bersama-sama dalam satu wadah! Satu wadah gede itu bisa disantap 5-7 orang! Jangan harap ada perbedaaan cewek-cowok disini, semua nyatu! semua jadi pada beringas makannya, Emang dasar udah jadi kebiasaan sih, tapi mungkin ritual ini yang bikin kita jadi lebih "hangat" dan bisa lebih ngerti orang lain.
    Gw rasa lo yang baca blog gw ini juga punya ritual yang berbeda dari yang gw dan temen-temen yang laen lakuin. Yang pasti, kita punya gaya masing-masingkan! Hahaha...



*Sekretariat, biasanya jadi tempat ngumpul anak-anak dari suatu organisasi tertentu. Sekretariat PMPA Astacala STT Telkom

                            

September 21, 2006

Salah Kader

Gw benci dengan semua yang udah terjadi secara berulang-ulang di kampus gw. Kebencian tentang sebuah proses kaderisasi
yang selama ini gw pandang telah berhasil menciptakan kader-kader yang monoton dengan sebuah doktrin yang menurut gw
malah menunjukkan sebuah kepalsuan dari seorang kader itu sendiri.
Kenapa gw bilang kaya gitu? Sebenernya gini, gw cuma memandang ke depan secara lebih jauh dan meluas tentang apa yang
sudah terjadi berulang-ulang di kampus ini. Kejadian pengkaderan yang gw perhatikan selama ini adalah proses yang panjang
dan berkelanjutan yang sangat rapi dan berhasil menciptakan kader yang menurut gw malah tidak bagus untuk kelanjutan
proses kehidupan kampus ini secara global. Wah, gw makin ngaur ngomongnya nih...

Gini deh, setahu gw proses kaderisasi memiliki parameter keberhasil yang telah ditentukan dan ditargetkan oleh pelaksana
proses pengkaderan itu dengan melihat kondisi penghuni kampus secara umum dan menyeluruh, apa yang dibutuhkan oleh
kampus ini, bagaimana peran pengganti untuk kelanjutan kehidupan politik dan sosial kampus ini.
Harus gw akui kalau yang terjadi dikampus gw mengalami sukses besar dan memperlihatkan hasil yang memuaskan yang
sangat sesuai dengan parameter yang diinginkan oleh para pelaksananya. Nah, disinilah letak kesalahan yang paling gw benci
dari kampus gw ini. Setiap akhir dari sebuah proses kaderisasi yang panjang, setelah beberapa lama waktu berjalan akan
terlihat seorang kader yang berhasil menjalankanapa yang diharapkan dari pelaksana dan penyambung proses kaderisasi itu.
Inilah inti yang paling gw benci yaitu kader yang tercipta dari kaderisasi yang menghasilkan seseorang yang monoton, dan
lebih berjalan stabil tanpa ada konstan yang lebih lanjut. Sebelum lebih jauh gw membahas itu harus gw akui kalo gw memang
bukan yang ahli dalam menentukan dan menciptakan leader yang baik tapi setidaknya gw ngerti apa yang sebeneranya di
butuhkan oleh kampus ini, gw dan beberapa rakyat minoritas kampus ini.

Setiap Kader (Mahasiswa/i) yang terlahir adalah orang yang akan menjalankan sebuah wacana yang sama yang tel;ah
beberapa kali dilakukan oleh para tetuanya dahulu (pengkadernya - Red) itu yang gw gak setuju dan paling gw protes disini
adalah mau berkembang sejauh mana kampus ini kalau saja para orang yang muncul akan membawa sebuah wacana baru
yang merupakan hasil dari pematangan sebuah wacana sebelumnya (Baca : pengkader). Kalau ini terus saja berlangsung gw
yakin kampus ini hanya akan melanhkah ditempat tidak akan pernah melangkah kedepan. Hanya dengan bermodalkan sebuah
nilai yang selalu di-upgrade yang notabene adalah sama seperti yang sudah-sudah gw rasa kampus ini hanya akan berjalan
ditempat gak akan bergerak kedepan melainkan naik secara vertikal keatas disaat dunia membutuhkan sebuah pergerakan
kedepan!

Mungkin gw akan sedikit memberi celah solusi untuk ini dan gw yakin ini akan sangat bertentangan dengan ide yang diusung
oleh para pelaksana yang tentu sangat menentang ide gw ini. Ide gw sebenernya amat sangat ringkas dan simple, yaitu ubah
cara pengkaderan yang udah kita lakuklan selama ini. Caranya? terserah, lho kok terserah? hehehe.. gini caranya terserah
saja bagaimana detailnya tapi yang penting adalah hasil dari outputannya adalah menciptakan kader yang lebih heterogen
dalam segala bidang. Menciptakan sebuah intrik baru dalam hal ini adalah dengan tidak memberikan doktrin secara berlebihan,
maksudnya adalah memberikan sedikit keebasan yang tidak membuat mereka terkekang untuk menentukan arah jalan pikiran
mereka dari sejak awal mereka masuk ke kampus ini. Biarkan mereka men-setting dari awal pemikiran mereka jangan sampai
para "Pejuang Kaderisasi" menentukan arah yang harus ditempuh oleh calon mahasiswa/i itu sendiri. Menurut gw pemberian
doktrin yang gw lihat selama ini adalah menuntun mereka pada satu lorong yang semoga saja mereka masuk kesbuh lorong
besar itu secara bersamaan. Gw mungkin salah satu dari kader yang tidak mau masuk kedalam lorong besar yang menjadi
kaum minoritas di kampus gw yang akan menciptakan gw sebagai pembeda diantara yang mayoritas bener didalam lorong itu.
Semua yang tidak masuk dalam lorong itu akan menyuarakan hal yang sama kaya gw (mungkin).

Simple nya lagi adalah semoga ide gw menghentikan atau sedikit saja merubah pengkaderan yang telah terjadi secara
berulang-ualang, yang gw mau adalh lahirnya manusia-manusia kampus gw yang lebih heterogen dengan mengusung
masing-masing ide-ide yang berbeda-beda, jangan hanya mengusung satu wacana yang sudah pernah dilakukan. Hasil yang
akan dicapai adalah mungkin lebih membuat kampus ini lebih berwarna meriah dan tidak hanya berwarna 2, 3 atau beberapa
saja tapi menbuat sebuah nuansa warna yang sangat variatif dengan memasukan warna yang terintegrasi dari warna dasar
yang sudah disuntikkan oleh para pengkader sebelumnya.
Semoga keinginan gw bukan cuma sekedar isapan jempol (kaki). Gw yakin banyak orang dari kaum minoritas dikampus gw
yang ingin kampus ini melangkah ke depanbukan jalan ditempat* seperti sekarang ini, tapi melangkah lebih jauh dan bahkan
melompat kedepan. Amin...

*jalan ditempat maksud gw dalam satu hal saja, dalam hal karakter yang terbentuk dari proses kadrisasi yang panjang dan
berkesinambungan, tapi untuk hal lain gw perhatikan kamps gw lebih melangkah jauh tuh...

Bandung, September 2006

September 14, 2006

"Biasa saja"

Hari yang berlalu terasa biasa saja, hampa, dengan sesuatu yang kita sebut kebiasaan juga akan membawa kita pada suatu titik yang ''biasa saja". Apalagi yang harus kita lakukan dengan menghindari sesuatu yang "biasa saja" itu? mencari suasana baru? mungkin jawaban yang dapat dibenarkan untuk sementara karena terlalu sering mencari suasana baru juga akan membawa pada hal yang kita sebut "biasa saja" itu.
Ah, sudahlah biasa saja itu juga terlalu menjadi hal yang sangat biasa saja bagiku dan mungkin bagi kita semua, jadi biarkan saja hal yang kita sebut "biasa saja" itu berjalan toh hidup ini tidak sepenuhnya bisa saja!

September 04, 2006

Lirik untuknya

Dara,
deru hati untukmu menggelora
Oh dara, daku menggeletar tak biasa
Bulan penuh terang
Bintang pun cemerlang
sejak daku terhanyut kepadamu
Larik di puisi
tersusun tuk memujamu
Dengar nada syahdu seluruh kalbu
Dara,
deru hati untukmu menggelora
Oh dara, daku menggeletar tak s'perti biasa
Dara,
garis wajahmu harmoni terciptav Oh dara, rebah aku dimabuk pesona
Desiran asmara di malam romansa
sampaikan salam rinduku kepadamu
Asa yang berbunga
di pucuk tumbuhan rasa
bisik lewat angin, kau mesti kusanding

My Photo

olahraga

Organisasi

  • Fotografer.net
  • Astacala

March 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          

My Shoutbox

  • My Shoutbox
    Free Shoutbox Technology Pioneer

Top Clicks